Jumat, 29 Oktober 2010

Kesenjangan komunikasi sosial serta pembangungan di Indonesia

Pada masa modernisasi negara-negara berkembang di seluruh dunia berlomba- lomba dalam memajukan negaranya dalam segala bidang. Ekonomi, politik bisnis, serta pertaniannya. Aspek-apek itu yang mendorong pemerintah Negara-negara berkembang membuat inovasi-inovasi yang baru serta kerjasama dengan Negara-negara maju. Inovasi-inovasi Negara-negara berkembang yang di lakukakan oleh Negara tersebut tak jauh berkat penerapan komunikasi pembangunan yang di lakukan oleh para pakar-pakar ilmu pengetahuan. Penerapan komunikasi pembangunan ini di lakukan dalam aspek segala bidang seperti bidang pertanian, bidang keluarga berencana, komunikasi penunjang pembangunan, dukungan komunikasi pada proyek bank dunia, pendidikan, bidang kesehatan, prospek komunikasi pembangunan.

Dalam bidang pertanian Negara berkembang melakukan inovasi dengan menerapkan teknologi serta membuat riset-riset demi kemaslahatan masyarakat. Di Indonesia sendiri penerapan komunikasi pembangunan dilakukan dengan cara swasembada pangan yang di terapkan pada tahun 1984 yang mempunyai tujuan memajukan pertanian di luar pulau jawa. Sasarannya pun di bidang penelitian pangan, pola konsumsi, serta sisitem pemasarannya. Penerapan lain dalam komunikasi pembangunan pada masa orde lama dilakukan dengan istilah program kesejahteraan nasional pada 1952. Pada masa orde baru program pembangunan pada aspek pertanian dilakukan dengan panca usaha tani.

Program-program pemerintah yang telah dilakukan pada masa orde-orde tesebut, sangat jauh penerapannya pada masa sekarang ini contoh halnya saja peran pemerintah dalam pertanian. pemerintah masih cenderung memihak kaum elite ini terbukti dengan pemerintah mengeluarkan kebijalkan-kebijakan yang banyak merugikan para kaum petani. Contoh real dari kebijakan yang kurang mempertimbangkan kaum petani adalah dengan pemberitaan di media (jawa pos,11/10/2010) dengan mengeluarkan kebijakan impor beras 300 ribu ton dari Vietnam dan Thailand. pemerintah berdalih semua itu dilakukan untuk menutupi stok beras bulog. Padahal stok beras di dalam negeri sendiri menurut petani lebih dari cukup bahkan melimpah.

Jika di sambungkan dengan komunikasi pembangunan sangatlah tidak sesuai karena seharusnya pemerintah tidak melibatkan masyarakat, khususnya petani dalam proyek pengembangan pertanian. Tapi berkat media komunikasi Koran, televise, ataupun media online semua informasi itu dapat tersalurkan pada masyarakat Indonesia. Pada masa orde baru media sebagai tonggak utama dalam informasi pertanian. contoh konkrit dari semua itu adalah dengan adanya stasiun TVRI yang menyiarkan perkembangan pertanian dalam acaranya yaitu kelompen capir, suatu acara yang mengulas seluk beluk dalam perkembangan pertanian dalam segala bidang di Indonesia. Walaupun pada masa itu semuanya tidak transparan seperti saat ini.

Bidang lain dalam perkembangan komunikasi sosial dan pembangunan adalah dengan keluarga berencana (KB). Bagi Negara berkembang masalah kependudukan adalah salah satu yang wajib bagi pemerintah untuk merealisasikan dalam komunikasi pembangunan. karena kontrol perkembangan penduduk di Indonesia merupakan hal yang tatkala jika di abaikan akan menghambat dalam perkembangan pembangunan di Indonesia. Kegiatan yang perlu di perhatikan dalam komunikasi KB adalah perlunya mengatur jumlah anak dan merencanakannya, merubah persepsi yang ada pada masyarakat bahwa banyak anak banyak rejeki, sosialisasi pendidikan dalam penggunaan alat kontrasepsi, mensosialisasikan serta mengubah perilaku yang berkenaan dengan pernikahan dini.

Dalam aspek ini di butuhkan kerjasama yang solid antara masyarakat Indonesia dengan pemerintah, dengan cara penyuluhan dan realisasi serta pendidikan yang layak. Realitas yang ada sekarang di nilai cukup bagus dalam penerapan komunikasi sosial pembangun khususnya bidang keluarga berencana. Ini terbukti dengan sering genjarnya pemerintah menyuguhkan sosialisasi serta wawasan tentang pentingnya penggunaan alat kontrasepsi ataupun pengguaan alat-alat KB. Disamping itu pemerintah bekerjasama dengan media pertelevisian bekerjasama dalam mensoslisasiakan pentingnya nikah dengan proses perencanaan yang matang. Dalam hal ini peran media sebagai jembatan komunikasi antara masyarakat dengan pemerintah sangatlah penting.

Walaupun sosialisasi sudah dilakukan pemerintah dengan maksimal, masih ada segelintir masyarakat yang masih melakukan pernikahan dini. Kebanyakan pelakunya adalah masyarakat yang berada di daerah pelosok yang kurang terjamah oleh teknologi. Bukan hanya terkendala masalah teknologi saja persoalan adat juga menjadi kendala dalam hal proses KB tersebut. Seperti di daerah Madura yang di pelosok-pelosok pernikahan dibawah umur masih banyak dilakukan, meraka menjdodohkan anaknya yang tergolong masih harus mengenyam pendidikan yang tinggi. semua itu dilakukan dengan dalih agama. Disini pemerintah harus lebih gencar dalam sosialisasi serta memberi wawasan akan pentingnya pernikahan dengan proses perencanaan. Dengan masuk ke pelosok-pelosok daerah tersebut.

Pendidikan merupakan hal yang paling penting bagi kemajuan suatu bangsa. Terutama bagi Negara berkembang seperti di Indonesia. Tapi kenyataan yang ada sekarang pendidikan di Indonesia sangat lah jauh dari harapan masyarakat Indonesia sendiri. Kesenjangan strata sosial menjadi hal yang mencolok di Indonesia bahkan suatu hal yang paling terlihat. Contoh nyata dari semua itu adalah sekolah jalanan yang berada di bawah kolong jembatan di Jakarta, para anak yang didik secara kurang layak di tempat yang tidak nyaman bahkan campur tangan pemerintah tidak ada sama sekali. Pemerintah seolah menutup mata atas semua kesenjangan pendidikan, bahkan sekolah yang didirikan di bawah kolong jembatan tersebut di himpun dari kantong-kantong para wali murid yang notabennya keluarga yang tidak mampu. Buku serta peralatan sekolah yang ada, mereka dapatkan dari sumbangan para dermawan-dermawan yang peduli dengan mereka.

Disini pemerinah di tuntut berperan aktif serta bergerak untuk bagaimana pendidikan bisa merata di seluruh wilayah Indonesia. Media sebagai penyalur pemerintah dengan masyarakat dalam kenajuan pendidikan di Indonesia. Kesenjangan akan teknologi informasi juga menjadi sebab lambatnya pendidikan mereka yang tidak mempunyai kesempatan serta kemapauan dalam mengakses teknolog informasi, biasanya meraka dari kalangan orang miskin, di desa yang sangat pelosok, yang tidak mempunyai latar belakang pendidikan serta perempuan, kesenjangan itu disebut dengan “digital divide”.

Dari sudut pandang pembangunan, kemajuan dan ketersediaan teknologi baru di bidang informasi dan komunikasi (new information and communication technology atau new ICT) bisa dilihat dari dua sisi. Sisi yang pertama, bagaimana akibat tersebut bagi upaya peningkatan taraf kehidupan sebagian masyarakat terutama masyarakat Negara berkembang di bandingkan dengan Negara yang sudah maju. Sisi yang kedua bagaimana teknologi informasi komunikasi bisa di eksploitasi oleh Negara-negara berkembang terutama di Indonesia untuk dapat mengakses ke pasar dunia dan memaksimalkan kelebihan kompetitif (competitive advantages) mereka. Khususnya masyarakat desa bisa dapat menyalurkan produknya serta membuka lapangan kerja secara lebih efektif serta efisien.

Faktor-faktor yang mempengaruhi kesenjangan sosial adalah sulitnya jalan ke akses telekomunikasi, akses ke internet, pencapaian pendidkan, bahasa (hampir 90% isi internet dalam bahasa inggris), akses di kawasan kota lebih baik dari pada di desa. Langkah mengatasi akan hal itu adalah dengan peran pemerintah dan masyarakat untuk pengembangan infastruktur jaringan dalam bidang online, penyebarserapan ke individu dan rumah tangga, pendidikan serta pelatihan, penyebarserapan ke kalangan bisnis, proyek pemerintah. Di Indonesia semua itu sedikit demi sedikt sudah terealisasi walaupun tidak secara keseluruhan. Pengenalan internet pada masyarakat desa di nilai sangatlah baik karena disamping mengenalkan dan mengekploitasi kebudayaan yang di desa juga utnuk meningkatkan taraf hidup masyarakat agar mereka tidak berbondong-bondong ke kota. Juga untuk memperkenalkan panorama wisata desa agar di kenal di Indonesia dan dunia.

Keberhasilan ataupun kegagalan dalam membangun program-program infrastruktur dari aspek sosial tersebut juga di tentukan oleh masyarakat. Apabila masyarakat menolak ide dan produk pembangunan berarti program pembangunan tersebut gagal, sebaliknya jika mereka menerima maka program pembangunan itu dinilai berhasil. Ada kaitan untuk saling membantu serta berpartisispasi dalam proses perwujudan program pembangunan dan pasca proses produksi. Dengan demikian, penemuan, ide, dan program pembangunan sebaik apapun tidak akan mengubah sikap dan perilaku masyarakat sebagaimana diharapkan oleh pemerintah.

Ide serta serta program pembangunan harus senantiasa di pandang sebagai pembaruan (inovasi). Oleh karena itu untuk mengubah masyarakat dalam berpartisispasi dalam program inovasi yang yang pertama adalah merubah sikap mental, pengetahuan, perilaku masyarakat kearah yang dikehendaki oleh otoritas pemerintah. Langkah –langkah itu disebut dengan difusi inovasi (penyebaran ide-ide baru). Program difusi inovasi harus mempunyai perencanaan dalam membangun suatu daerah tersebut. Proses perencanaan merupakan suatu keharusan dari suatu proses pembangunan tersebut. Komunikasi planning yang pertama yang harus diabuat adalah perencanaa yang bersifat strategis, yang nantinya akan menjadi panduan dalam kegiatan komunikasi pembangunan.

Penyusunan perencanaan diperlukan karena untuk proses pengkajian dan bagaimana suatu difusi inovasi dapat berjalan dengan baik serta kajian ilmiah tentang kondisi-kondisi ideal dan kondisi-kondisi objektif yang berkaitan dengan sumberdaya komunikasi yang relevan dengan kepentingan dan tujuan proses komunikasi (sosialisasi) yang akan dilakukan. Sumber daya komunikasi yang harus dikaji adalah yang menyangkut proses-proses komunikasi, mulai dari khalayak masyarakat, saluran komunikasi yang digunakan, pesan-pesan yang disampaikan, sampai dengan sumber atau penyampai pesan.

Daftar Pustaka

Nasution,Zulkarimen. 2004. Komunikasi Pembangunan Pengenalan Teori Dan Penerapannya. RajaGrafindo Persada. Jakarta

Subandi. 2007. Sistem Ekonomi Indonesia. Alfabeta. Bandung

Internet

Sugiana,Dadang. Perencanaan Komunikasi Dalam Mensosialisasikan Program Pembangunan. http://dankfsugiana.wordpress.com/2008/11/21 diakses pada 12. Oktober 2010 pukul 23.55 WIB

Amri,Mulya. Teknologi Informasi dan Komunikasi Untuk Pembangunan. http://kombinasi.net/ diakses 12 Oktober 2010 pukul 12.00 WIB.

Media Cetak

Jawa Pos edisi 11 Oktober 2010.(Impor Beras Dinilai Tergesa-gesa).

Rabu, 27 Mei 2009

TENTANG SAHABATKU

    Ketika kita kecil kita di ajarkan ortu kita akan sebuah persahabatan atau pertemanan dan ketika itu juga kita mengerti apa arti pentingnya sebuah pertemanan atau sahabat. ni sepenggal tentang ceritaku dan para sahabatku. Sebelum ku bercerita tentang sahabat2ku marilah kita lihat dan meranggkul sahabat kita yang sekarang dekat dengan kita, ranggkullah mereka dengan hati kita. Ni adalah perjalananku bersahabat! Namaku ikhsanul ibad pada masa kecilku ortuku sering memanggilku dengan sebutan "cinul" ku gak tau arti nama tersebut, apalah arti sebuah nama ketika kita masih kecil tapi banyak orang yang memanggilku dengan sebutan ibad atau ikhsan.

    Ibad kecil di besarakan di suatu kota, yang dulu banyak orang memanggilnya dengan sebutan kota santri, yah "pasuruan" itulah kota dimana ku dilahirkan. Keluarga ku bukan keluarga yang tergolong kaya, ku dilahirkan dari keluarga yang terbilang biasa-biasa saja. Ketika itu aku mempunyai teman kecil, dan sampai sekarang masih sangat teringat, dan mungkin kalau ku boleh bertemu dan menatapnya ku akan banyak bercerita dan bercanda dengan dia tentang masa kecil ku yang tergolong norak, kampungan, dan mungkin agak sedikit romantis! Hehehe… ibad kecil mempunyai dua teman cewek yang kemana pun dia selalu menemani, maklumlah aku dulu kurang perhatian dari sosok seorang Ayah, tu karena Ayahku dulu bekerja di luar kota banting tulang tuk menafkahi anaknya. Terima kasih "AYAH" berkat beliau ku sekarang dapat berkuliah di salah satu universitas terfavorit di jawa timur. Alfiah dan Nunung nama dua sahabat kecilku yang cantik dan periang!

    Ketika itu Ayah ku berangkat kerja tuk menunaikan tugasnya menafkahi anak serta istrinya. Ku sangat kesepian tatkala ayah berangakat kerja ku menangis sangat keras sehingga ibuku kehabisan cara untuk menenangkan ku datanglah dua sahabtku yang sangat lucu2 memanggilku dengan nama kecilku "cinul-cinul ayo dulinan" (dalam bahasa jawa), maklumlah aku kan orang jawa jadinya jarang sekali ku memekai bahasa indonesia. Pada waktu itu ibu membujukku tuk main dengan mereka secara berangsur-angsur akhirnya ku mau tuk main dengan mereka " sik entenono yo" ( bentar tunggu aku ya), " weh mari nangis yo? " alfiah tanya kepadaku kamu habis nangis ya? "ya ni bapak aku berangkat kerja ninggalin kakak, dan ibu ku"

Jumat, 15 Mei 2009

GEROBAKKU, SUMBER KEHIDUPANKU

Pedagang kaki lima banyak kita jumpai di sepanjang jalan di kota-kota besar. Seperti halnya di kota Malang. banyak sekali yang mejajahkan dagangannya tanpa menghiraukan aturan-aturan yang di buat oleh pemerintah daerah.

Sering kali mereka melanggar atau mengindahkan aturan-aturan tersebut, seperti halnya berjualan di sepanjang terotoar dan di depan pusat-pusat perbelanjaan. Bahkan dagangan mereka pun sering kali memakan bahu jalan sehingga mengganggu para  pengguna jalan.

Meski mereka rela harus saling kucing-kucingan dengan pihak SATPOL PP ( satuan polisi pamong praja ) yang sering menertibakan. walaupun sering di razia mereka tetap saja berjualan di sepanjang jalan tersebut, tetapi sering kali mereka kembali berjualan ketika pihak satpol pp pergi meninggalkan lokasi razia, sebagian besar para pedagang mempunyai alasan yang sangat beragam, salah satu alasan yang paling dominan adalah tidak lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

 Berangkat dari sebuah desa plandi kecamatan gunung kawi dan dengan bermodalkan sebuah tekat yang besar untuk merubah nasib, Darmaji mengawali pekerjaannya menjadi sebuah buruh di sebuah restoran di jalan Ahmad Yani yang sekarang menjadi salah satu pusat perbelanjaan dikota malang.

Menurut penuturannya banyak suka duka yang di alami selama bekerja di restoran tersebut mulai dari gaji yang sedikit sampai dengan keluhan pelanggan yang meminta untuk di buatkan masakan yang sesuai dengan seleranya.

Seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya kebutuhan,  memaksa Darmaji pria berusia 39 tahun ini untuk keluar dari pekerjaannya dan beralih menjadi pedagang nasi goreng keliling.

 Berkat bekal yang di perolehnya dari pengalaman di restoran darmaji memberanikan diri untuk berjualan nasi goreng di luar pulau Jawa tepatnya di pulau kalimantan, itupun tidak bertahan lama sehingga memaksa darmaji untuk kembali ke pulau jawa.

 Pada tahun 2003, darmaji memulai pekerjaannya berjualan nasi goreng keliling di pulau jawa. Awalnya darmaji sempat di usir oleh ketua RT  ketika dia berjualan di salah satu tempat di kota Malang, alasannya sepanjang jalan tersebut tidak boleh untuk berjualan, padahal darmaji sudah sering menjajahkan dagangannya di area tersebut.

Darmaji sering di panggil oleh warga sekitar dengan sebutan “LEK TRUBUS” dalam bahasa jawa atau nama lainnya Pak Trubus karena gerobak yang sehari-hari dia bawa bertuliskan Trubus. Ketika itu saya menyempatakn bertanya kepada dia arti kata tersebut, “le’ trubus iku artine cokol mas” (dalam bahasa jawa) yang artinya adalah “ kalau trubus itu artinya tumbuh”.

 Bapak dengan tiga orang anak ini sekarang sehari-hari selain berjualan nasi goreng dia juga bekerja di salah satu instansi sekolah yang ada di malang sebagai tukang kebun. Walaupun pekerjaan yang di lakoninya cukup sulit, dia mempunyai cita-cita yang sangat luhur yaitu menyekolahkan anaknya sampai ke tingkat  perguruan tinggi.

Darmaji mempunyai keinginan untuk mempunyai sebuah tempat agar dia tidak lagi berjualan keliling. Banyak kendala yang di hadapi Darmaji salah satunya adalah minimnya modal yang dia pakai untuk bejualan, sehingga dia tidak bisa untuk mengembangkan usahanya.

Harapan darmaji ada pihak pemerintah atau swasta membantu dalam permodalan, yang sampai sekarang dirasakan darmaji belum ada satupun yang  memberikannya. Daramji juga memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah organisasi yang di situ membantu para pedagang kaki lima dalam menyampaikan keluhannya serta mencari solusinya.

Ini menjadikan pelajaran penting bagi instansi pemerintahan bahwasannya kurangnya perhatian dari pihak pemerintah dalam mendengarkan aspirasi orang kecil seperti Darmaji tersebut. (I-ib).              

Sabtu, 18 April 2009

DEMOKRAT MERAJAI DI KECAMATAN SUKUN

Malang. Kamis (9/4) pagi sekitar pukul 07.00 warga desa sukun yang mencakup 5 RT dari 9 RT di kelurahan Pisang candi pada berbondong-bondong untuk melakukan pesta demokrasi yang puncaknya hari itu. Banyaknya warga yang datang untuk melakukan penyontrengan mengharuskan polsek sukun untuk mengerahakan anggotanya dalam mengamankan jalannya penyontrengan tersebut.

Menurut penuturan sugiono anggota polsekta sukun pengamanan di setiap tempat pemilihan suara di jaga oleh 2 personil polisi di Bantu oleh keamanan desa setempat di setiap area pemilihan. Lancarnya jalannya penyontrengan tidak meyulitakan pihak polsekta sukun untuk mengamankan proses pemilihan suara yang dilakukan masyarakat sekitar.

Bagi masyarakat sekitar, pemilu merupakan hari dimana mereka menetukan wakil rakyatnya dalam mewakili suaranya dikanca dunia perpolitikan. Masyarakat sekitar menilai perubahan sistem dari coblos ke contreng di nilai cukup sulit, tapi tidak mengurungkan masyarakat dalam berpartisipasi meramaikannya.

Priyadi ketua TPS 18 sukun kelurahan pisang candi menambahkan sempat terjadi sedikit kendala pada H-1 sebelum pencontrengan, yaitu kurangnya bilik suara yang dikirimkan pihak KPS kelurahan sukun ke TPS 18 yang seharusnya total bilik suara berjumlah 4 bilik suara, tapi yang ada di  TPS hanya dua bilik suara. Namun dengan kesigapan panitia TPS semua itu dapat di tanggulangi dengan mendatangkan dua bilik suara ke tempat pemilihan suara.

Sebagian masyarakat sukun berpendapat, bahwa besarnya surat suara yang hampir sama dengan besarnya poster cukup menyulitkan warga dalam melakukan hak pilihnya, sehingga dari prediksi yang dilakukan oleh pihak panitia TPS yang semula di perkirakan memakan waktu hanya 5 menit, akhirnya  proses penyontrengan per orang molor hingga kurang lebih 6 sampai 8 menit. Namun, hal itu tidak menjadikan kendala yang berarti bagi panitia di TPS ini, dan proses pemungutan suarapun tetap berjalan lancar.

Sekitar pukul 15.00 WIB perhitungan  di TPS 18 sukun kelurahan pisang candi mulai di laksanakan hingga selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Jalannya perhitungan suara di nilai cukup lancar tidak ada hambatan yang berarti. Priyadi menuturkan dari pihak para saksi juga mudah untuk di ajak kerja sama sehingga perhitungan berakhir tepat pada waktunya.

Dari hasil  perhitungan terakhir partai Demokrat memimpin dengan perolehan angka jauh mengungguli lawan-lawannya. Hampir 70% unggul di semua bilik suara, dengan perincian di posisi pertama diduduki oleh partai DEMOKRAT dengan perolehan 25%, suara di posisi kedua PDI 15% suara, di posisi ketiga partai GOLKAR dengan perolehan 12% sisanya diduduki oleh partai-partai lain.

Dari 147 total suara yang ada 26 suara dinyatakan tidak sah di karenakan suara yang tercontreng mempuyai dua tanda disetiap surat suara atau mempunyai tanda selain contreng. 

 

PERGI PESTA, PULANG TINGGAL NAMA

Batu, Malang-Kamis (16/4) dini hari pukul 01.20 kecelekaan maut terjadi di jalan. sudirman tepatnya 200 Meter setelah balaikota Batu Malang yang menewaskan sembilan mahasiswa. kecelakaan maut ini ditengarai karena ban mobil Daihatsu Taruna DK 1070 XB yang dikendarai oleh Anang kosim (24, Mahasiswa Universitas Islam Malang/Unisma) mengalamai pecah sebelah kiri, Akibatnya mobil oleng ke arah kiri dan menabarak pohon.

 Akibat kejadian itu sembilan penumpangnya tewas seketika. Berikut nama-nama korban yang meninggal: Anang Kosim (24, Mahasiswa Universitas Islam Malang jurusan/Unisma jurusan Manajemen semester delapan), Rois sudin (25, Mahasiswa Unisma jurusan Ilmu administrasi), Firdaus Sastra (Mahasiswa universitas muhammadiyah Malang/UMM jurusan Teknik mesin), Imron Rosadi (20, mahasiswa jurusan komunikasi UMM), Maretha Medani Chryza (25, Alumnus mahasiswa Fakultas Ilmu Admistrasi Universitas Brawijaya), Ririn Erniati (22, mahasiswa Fisip Universitas Merdeka Malang ), Dwi Rani Rosmaya (25, mahasiswa jurusan Ekonomi UMM) Meutia sony Agustin (24, jurusan Komunikasi UMM), dan Nia Ifada (25, mahasiswa Fakultas Hukum UMM).

Menurut penuturan salah satu saksi sebut saja namanya Boy yang pada waktu itu sedang mengisi bensin di SPBU di jalan Panglima Sudirman 10 meter dari lokasi kejadian, mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Batu menuju arah Malang sehingga mobil yang di tumpangi para korban melayang-layang, setelah itu dalam beberapa detik terdengar bunyi tabarakan yang cukup keras sehingga boy langsung berlari mendekati ke arah suara itu berasal.

Sekitar pukul 01.45 polisi dibantu oleh para saksi mata yang berada di lokasi kejadian perkara (TKP)  mecoba untuk membantu para korban untuk di evakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) tetapi parahnya tabarakan menyulitkan pihak polisi dalam melakukan evakuasi, sehingga polisi dibantu para saksi mata berusaha keras mengeluarkan tubuh korban yang masih tertinggal di dalam kendaraan tersebut.

Dari keteranagan polisi menyebutkan ada dua hal yang menyebakan kecelakaan maut tersebut. Pertama kendaraan mengalami kecelakaan akibat kelebihan muatan (mobil yang seharusnya berisi enam orang diisi hingga sembilan orang) sehingga si pengemudi sulit untuk mengendalikan kendaraannya dalam kondisi kencang.

Penyebab yang kedua ban kendaraan sebelah kiri sudah menipis sehingga mengalami pecah. Resor kota Batu Ajun komisaris besar Tejo menambahkan telah dilakukan visum untuk mengetahui penyebab ada tidaknya kandungan alkohol yang terdapat di tubuh para korban. Kasus ini sekarang diambil alih Polda jatim untuk memperlancar jalannya penyelidikan.

Sedangkan di kamar jenazah RSSA Malang keluarga korban dan kerabat serta teman-teman korban secara berangsur-ansur datang. Hujan tangis pun serentak pecah dan mereka satu persatu mengetahui bahwa korban adalah orang yang mereka kenal. (ikh/jp/kmp)