Sabtu, 18 April 2009

PERGI PESTA, PULANG TINGGAL NAMA

Batu, Malang-Kamis (16/4) dini hari pukul 01.20 kecelekaan maut terjadi di jalan. sudirman tepatnya 200 Meter setelah balaikota Batu Malang yang menewaskan sembilan mahasiswa. kecelakaan maut ini ditengarai karena ban mobil Daihatsu Taruna DK 1070 XB yang dikendarai oleh Anang kosim (24, Mahasiswa Universitas Islam Malang/Unisma) mengalamai pecah sebelah kiri, Akibatnya mobil oleng ke arah kiri dan menabarak pohon.

 Akibat kejadian itu sembilan penumpangnya tewas seketika. Berikut nama-nama korban yang meninggal: Anang Kosim (24, Mahasiswa Universitas Islam Malang jurusan/Unisma jurusan Manajemen semester delapan), Rois sudin (25, Mahasiswa Unisma jurusan Ilmu administrasi), Firdaus Sastra (Mahasiswa universitas muhammadiyah Malang/UMM jurusan Teknik mesin), Imron Rosadi (20, mahasiswa jurusan komunikasi UMM), Maretha Medani Chryza (25, Alumnus mahasiswa Fakultas Ilmu Admistrasi Universitas Brawijaya), Ririn Erniati (22, mahasiswa Fisip Universitas Merdeka Malang ), Dwi Rani Rosmaya (25, mahasiswa jurusan Ekonomi UMM) Meutia sony Agustin (24, jurusan Komunikasi UMM), dan Nia Ifada (25, mahasiswa Fakultas Hukum UMM).

Menurut penuturan salah satu saksi sebut saja namanya Boy yang pada waktu itu sedang mengisi bensin di SPBU di jalan Panglima Sudirman 10 meter dari lokasi kejadian, mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Batu menuju arah Malang sehingga mobil yang di tumpangi para korban melayang-layang, setelah itu dalam beberapa detik terdengar bunyi tabarakan yang cukup keras sehingga boy langsung berlari mendekati ke arah suara itu berasal.

Sekitar pukul 01.45 polisi dibantu oleh para saksi mata yang berada di lokasi kejadian perkara (TKP)  mecoba untuk membantu para korban untuk di evakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) tetapi parahnya tabarakan menyulitkan pihak polisi dalam melakukan evakuasi, sehingga polisi dibantu para saksi mata berusaha keras mengeluarkan tubuh korban yang masih tertinggal di dalam kendaraan tersebut.

Dari keteranagan polisi menyebutkan ada dua hal yang menyebakan kecelakaan maut tersebut. Pertama kendaraan mengalami kecelakaan akibat kelebihan muatan (mobil yang seharusnya berisi enam orang diisi hingga sembilan orang) sehingga si pengemudi sulit untuk mengendalikan kendaraannya dalam kondisi kencang.

Penyebab yang kedua ban kendaraan sebelah kiri sudah menipis sehingga mengalami pecah. Resor kota Batu Ajun komisaris besar Tejo menambahkan telah dilakukan visum untuk mengetahui penyebab ada tidaknya kandungan alkohol yang terdapat di tubuh para korban. Kasus ini sekarang diambil alih Polda jatim untuk memperlancar jalannya penyelidikan.

Sedangkan di kamar jenazah RSSA Malang keluarga korban dan kerabat serta teman-teman korban secara berangsur-ansur datang. Hujan tangis pun serentak pecah dan mereka satu persatu mengetahui bahwa korban adalah orang yang mereka kenal. (ikh/jp/kmp)    

2 komentar: