Malang. Kamis (9/4) pagi sekitar pukul 07.00 warga desa sukun yang mencakup 5 RT dari 9 RT di kelurahan Pisang candi pada berbondong-bondong untuk melakukan pesta demokrasi yang puncaknya hari itu. Banyaknya warga yang datang untuk melakukan penyontrengan mengharuskan polsek sukun untuk mengerahakan anggotanya dalam mengamankan jalannya penyontrengan tersebut.
Menurut penuturan sugiono anggota polsekta sukun pengamanan di setiap tempat pemilihan suara di jaga oleh 2 personil polisi di Bantu oleh keamanan desa setempat di setiap area pemilihan. Lancarnya jalannya penyontrengan tidak meyulitakan pihak polsekta sukun untuk mengamankan proses pemilihan suara yang dilakukan masyarakat sekitar.
Bagi masyarakat sekitar, pemilu merupakan hari dimana mereka menetukan wakil rakyatnya dalam mewakili suaranya dikanca dunia perpolitikan. Masyarakat sekitar menilai perubahan sistem dari coblos ke contreng di nilai cukup sulit, tapi tidak mengurungkan masyarakat dalam berpartisipasi meramaikannya.
Priyadi ketua TPS 18 sukun kelurahan pisang candi menambahkan sempat terjadi sedikit kendala pada H-1 sebelum pencontrengan, yaitu kurangnya bilik suara yang dikirimkan pihak KPS kelurahan sukun ke TPS 18 yang seharusnya total bilik suara berjumlah 4 bilik suara, tapi yang ada di TPS hanya dua bilik suara. Namun dengan kesigapan panitia TPS semua itu dapat di tanggulangi dengan mendatangkan dua bilik suara ke tempat pemilihan suara.
Sebagian masyarakat sukun berpendapat, bahwa besarnya surat suara yang hampir sama dengan besarnya poster cukup menyulitkan warga dalam melakukan hak pilihnya, sehingga dari prediksi yang dilakukan oleh pihak panitia TPS yang semula di perkirakan memakan waktu hanya 5 menit, akhirnya proses penyontrengan per orang molor hingga kurang lebih 6 sampai 8 menit. Namun, hal itu tidak menjadikan kendala yang berarti bagi panitia di TPS ini, dan proses pemungutan suarapun tetap berjalan lancar.
Sekitar pukul 15.00 WIB perhitungan di TPS 18 sukun kelurahan pisang candi mulai di laksanakan hingga selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Jalannya perhitungan suara di nilai cukup lancar tidak ada hambatan yang berarti. Priyadi menuturkan dari pihak para saksi juga mudah untuk di ajak kerja sama sehingga perhitungan berakhir tepat pada waktunya.
Dari hasil perhitungan terakhir partai Demokrat memimpin dengan perolehan angka jauh mengungguli lawan-lawannya. Hampir 70% unggul di semua bilik suara, dengan perincian di posisi pertama diduduki oleh partai DEMOKRAT dengan perolehan 25%, suara di posisi kedua PDI 15% suara, di posisi ketiga partai GOLKAR dengan perolehan 12% sisanya diduduki oleh partai-partai lain.
Dari 147 total suara yang ada 26 suara dinyatakan tidak sah di karenakan suara yang tercontreng mempuyai dua tanda disetiap surat suara atau mempunyai tanda selain contreng.