Sabtu, 18 April 2009

DEMOKRAT MERAJAI DI KECAMATAN SUKUN

Malang. Kamis (9/4) pagi sekitar pukul 07.00 warga desa sukun yang mencakup 5 RT dari 9 RT di kelurahan Pisang candi pada berbondong-bondong untuk melakukan pesta demokrasi yang puncaknya hari itu. Banyaknya warga yang datang untuk melakukan penyontrengan mengharuskan polsek sukun untuk mengerahakan anggotanya dalam mengamankan jalannya penyontrengan tersebut.

Menurut penuturan sugiono anggota polsekta sukun pengamanan di setiap tempat pemilihan suara di jaga oleh 2 personil polisi di Bantu oleh keamanan desa setempat di setiap area pemilihan. Lancarnya jalannya penyontrengan tidak meyulitakan pihak polsekta sukun untuk mengamankan proses pemilihan suara yang dilakukan masyarakat sekitar.

Bagi masyarakat sekitar, pemilu merupakan hari dimana mereka menetukan wakil rakyatnya dalam mewakili suaranya dikanca dunia perpolitikan. Masyarakat sekitar menilai perubahan sistem dari coblos ke contreng di nilai cukup sulit, tapi tidak mengurungkan masyarakat dalam berpartisipasi meramaikannya.

Priyadi ketua TPS 18 sukun kelurahan pisang candi menambahkan sempat terjadi sedikit kendala pada H-1 sebelum pencontrengan, yaitu kurangnya bilik suara yang dikirimkan pihak KPS kelurahan sukun ke TPS 18 yang seharusnya total bilik suara berjumlah 4 bilik suara, tapi yang ada di  TPS hanya dua bilik suara. Namun dengan kesigapan panitia TPS semua itu dapat di tanggulangi dengan mendatangkan dua bilik suara ke tempat pemilihan suara.

Sebagian masyarakat sukun berpendapat, bahwa besarnya surat suara yang hampir sama dengan besarnya poster cukup menyulitkan warga dalam melakukan hak pilihnya, sehingga dari prediksi yang dilakukan oleh pihak panitia TPS yang semula di perkirakan memakan waktu hanya 5 menit, akhirnya  proses penyontrengan per orang molor hingga kurang lebih 6 sampai 8 menit. Namun, hal itu tidak menjadikan kendala yang berarti bagi panitia di TPS ini, dan proses pemungutan suarapun tetap berjalan lancar.

Sekitar pukul 15.00 WIB perhitungan  di TPS 18 sukun kelurahan pisang candi mulai di laksanakan hingga selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Jalannya perhitungan suara di nilai cukup lancar tidak ada hambatan yang berarti. Priyadi menuturkan dari pihak para saksi juga mudah untuk di ajak kerja sama sehingga perhitungan berakhir tepat pada waktunya.

Dari hasil  perhitungan terakhir partai Demokrat memimpin dengan perolehan angka jauh mengungguli lawan-lawannya. Hampir 70% unggul di semua bilik suara, dengan perincian di posisi pertama diduduki oleh partai DEMOKRAT dengan perolehan 25%, suara di posisi kedua PDI 15% suara, di posisi ketiga partai GOLKAR dengan perolehan 12% sisanya diduduki oleh partai-partai lain.

Dari 147 total suara yang ada 26 suara dinyatakan tidak sah di karenakan suara yang tercontreng mempuyai dua tanda disetiap surat suara atau mempunyai tanda selain contreng. 

 

PERGI PESTA, PULANG TINGGAL NAMA

Batu, Malang-Kamis (16/4) dini hari pukul 01.20 kecelekaan maut terjadi di jalan. sudirman tepatnya 200 Meter setelah balaikota Batu Malang yang menewaskan sembilan mahasiswa. kecelakaan maut ini ditengarai karena ban mobil Daihatsu Taruna DK 1070 XB yang dikendarai oleh Anang kosim (24, Mahasiswa Universitas Islam Malang/Unisma) mengalamai pecah sebelah kiri, Akibatnya mobil oleng ke arah kiri dan menabarak pohon.

 Akibat kejadian itu sembilan penumpangnya tewas seketika. Berikut nama-nama korban yang meninggal: Anang Kosim (24, Mahasiswa Universitas Islam Malang jurusan/Unisma jurusan Manajemen semester delapan), Rois sudin (25, Mahasiswa Unisma jurusan Ilmu administrasi), Firdaus Sastra (Mahasiswa universitas muhammadiyah Malang/UMM jurusan Teknik mesin), Imron Rosadi (20, mahasiswa jurusan komunikasi UMM), Maretha Medani Chryza (25, Alumnus mahasiswa Fakultas Ilmu Admistrasi Universitas Brawijaya), Ririn Erniati (22, mahasiswa Fisip Universitas Merdeka Malang ), Dwi Rani Rosmaya (25, mahasiswa jurusan Ekonomi UMM) Meutia sony Agustin (24, jurusan Komunikasi UMM), dan Nia Ifada (25, mahasiswa Fakultas Hukum UMM).

Menurut penuturan salah satu saksi sebut saja namanya Boy yang pada waktu itu sedang mengisi bensin di SPBU di jalan Panglima Sudirman 10 meter dari lokasi kejadian, mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Batu menuju arah Malang sehingga mobil yang di tumpangi para korban melayang-layang, setelah itu dalam beberapa detik terdengar bunyi tabarakan yang cukup keras sehingga boy langsung berlari mendekati ke arah suara itu berasal.

Sekitar pukul 01.45 polisi dibantu oleh para saksi mata yang berada di lokasi kejadian perkara (TKP)  mecoba untuk membantu para korban untuk di evakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) tetapi parahnya tabarakan menyulitkan pihak polisi dalam melakukan evakuasi, sehingga polisi dibantu para saksi mata berusaha keras mengeluarkan tubuh korban yang masih tertinggal di dalam kendaraan tersebut.

Dari keteranagan polisi menyebutkan ada dua hal yang menyebakan kecelakaan maut tersebut. Pertama kendaraan mengalami kecelakaan akibat kelebihan muatan (mobil yang seharusnya berisi enam orang diisi hingga sembilan orang) sehingga si pengemudi sulit untuk mengendalikan kendaraannya dalam kondisi kencang.

Penyebab yang kedua ban kendaraan sebelah kiri sudah menipis sehingga mengalami pecah. Resor kota Batu Ajun komisaris besar Tejo menambahkan telah dilakukan visum untuk mengetahui penyebab ada tidaknya kandungan alkohol yang terdapat di tubuh para korban. Kasus ini sekarang diambil alih Polda jatim untuk memperlancar jalannya penyelidikan.

Sedangkan di kamar jenazah RSSA Malang keluarga korban dan kerabat serta teman-teman korban secara berangsur-ansur datang. Hujan tangis pun serentak pecah dan mereka satu persatu mengetahui bahwa korban adalah orang yang mereka kenal. (ikh/jp/kmp)