Rabu, 27 Mei 2009

TENTANG SAHABATKU

    Ketika kita kecil kita di ajarkan ortu kita akan sebuah persahabatan atau pertemanan dan ketika itu juga kita mengerti apa arti pentingnya sebuah pertemanan atau sahabat. ni sepenggal tentang ceritaku dan para sahabatku. Sebelum ku bercerita tentang sahabat2ku marilah kita lihat dan meranggkul sahabat kita yang sekarang dekat dengan kita, ranggkullah mereka dengan hati kita. Ni adalah perjalananku bersahabat! Namaku ikhsanul ibad pada masa kecilku ortuku sering memanggilku dengan sebutan "cinul" ku gak tau arti nama tersebut, apalah arti sebuah nama ketika kita masih kecil tapi banyak orang yang memanggilku dengan sebutan ibad atau ikhsan.

    Ibad kecil di besarakan di suatu kota, yang dulu banyak orang memanggilnya dengan sebutan kota santri, yah "pasuruan" itulah kota dimana ku dilahirkan. Keluarga ku bukan keluarga yang tergolong kaya, ku dilahirkan dari keluarga yang terbilang biasa-biasa saja. Ketika itu aku mempunyai teman kecil, dan sampai sekarang masih sangat teringat, dan mungkin kalau ku boleh bertemu dan menatapnya ku akan banyak bercerita dan bercanda dengan dia tentang masa kecil ku yang tergolong norak, kampungan, dan mungkin agak sedikit romantis! Hehehe… ibad kecil mempunyai dua teman cewek yang kemana pun dia selalu menemani, maklumlah aku dulu kurang perhatian dari sosok seorang Ayah, tu karena Ayahku dulu bekerja di luar kota banting tulang tuk menafkahi anaknya. Terima kasih "AYAH" berkat beliau ku sekarang dapat berkuliah di salah satu universitas terfavorit di jawa timur. Alfiah dan Nunung nama dua sahabat kecilku yang cantik dan periang!

    Ketika itu Ayah ku berangkat kerja tuk menunaikan tugasnya menafkahi anak serta istrinya. Ku sangat kesepian tatkala ayah berangakat kerja ku menangis sangat keras sehingga ibuku kehabisan cara untuk menenangkan ku datanglah dua sahabtku yang sangat lucu2 memanggilku dengan nama kecilku "cinul-cinul ayo dulinan" (dalam bahasa jawa), maklumlah aku kan orang jawa jadinya jarang sekali ku memekai bahasa indonesia. Pada waktu itu ibu membujukku tuk main dengan mereka secara berangsur-angsur akhirnya ku mau tuk main dengan mereka " sik entenono yo" ( bentar tunggu aku ya), " weh mari nangis yo? " alfiah tanya kepadaku kamu habis nangis ya? "ya ni bapak aku berangkat kerja ninggalin kakak, dan ibu ku"

Jumat, 15 Mei 2009

GEROBAKKU, SUMBER KEHIDUPANKU

Pedagang kaki lima banyak kita jumpai di sepanjang jalan di kota-kota besar. Seperti halnya di kota Malang. banyak sekali yang mejajahkan dagangannya tanpa menghiraukan aturan-aturan yang di buat oleh pemerintah daerah.

Sering kali mereka melanggar atau mengindahkan aturan-aturan tersebut, seperti halnya berjualan di sepanjang terotoar dan di depan pusat-pusat perbelanjaan. Bahkan dagangan mereka pun sering kali memakan bahu jalan sehingga mengganggu para  pengguna jalan.

Meski mereka rela harus saling kucing-kucingan dengan pihak SATPOL PP ( satuan polisi pamong praja ) yang sering menertibakan. walaupun sering di razia mereka tetap saja berjualan di sepanjang jalan tersebut, tetapi sering kali mereka kembali berjualan ketika pihak satpol pp pergi meninggalkan lokasi razia, sebagian besar para pedagang mempunyai alasan yang sangat beragam, salah satu alasan yang paling dominan adalah tidak lain untuk memenuhi kebutuhan hidup.

 Berangkat dari sebuah desa plandi kecamatan gunung kawi dan dengan bermodalkan sebuah tekat yang besar untuk merubah nasib, Darmaji mengawali pekerjaannya menjadi sebuah buruh di sebuah restoran di jalan Ahmad Yani yang sekarang menjadi salah satu pusat perbelanjaan dikota malang.

Menurut penuturannya banyak suka duka yang di alami selama bekerja di restoran tersebut mulai dari gaji yang sedikit sampai dengan keluhan pelanggan yang meminta untuk di buatkan masakan yang sesuai dengan seleranya.

Seiring berjalannya waktu dan semakin bertambahnya kebutuhan,  memaksa Darmaji pria berusia 39 tahun ini untuk keluar dari pekerjaannya dan beralih menjadi pedagang nasi goreng keliling.

 Berkat bekal yang di perolehnya dari pengalaman di restoran darmaji memberanikan diri untuk berjualan nasi goreng di luar pulau Jawa tepatnya di pulau kalimantan, itupun tidak bertahan lama sehingga memaksa darmaji untuk kembali ke pulau jawa.

 Pada tahun 2003, darmaji memulai pekerjaannya berjualan nasi goreng keliling di pulau jawa. Awalnya darmaji sempat di usir oleh ketua RT  ketika dia berjualan di salah satu tempat di kota Malang, alasannya sepanjang jalan tersebut tidak boleh untuk berjualan, padahal darmaji sudah sering menjajahkan dagangannya di area tersebut.

Darmaji sering di panggil oleh warga sekitar dengan sebutan “LEK TRUBUS” dalam bahasa jawa atau nama lainnya Pak Trubus karena gerobak yang sehari-hari dia bawa bertuliskan Trubus. Ketika itu saya menyempatakn bertanya kepada dia arti kata tersebut, “le’ trubus iku artine cokol mas” (dalam bahasa jawa) yang artinya adalah “ kalau trubus itu artinya tumbuh”.

 Bapak dengan tiga orang anak ini sekarang sehari-hari selain berjualan nasi goreng dia juga bekerja di salah satu instansi sekolah yang ada di malang sebagai tukang kebun. Walaupun pekerjaan yang di lakoninya cukup sulit, dia mempunyai cita-cita yang sangat luhur yaitu menyekolahkan anaknya sampai ke tingkat  perguruan tinggi.

Darmaji mempunyai keinginan untuk mempunyai sebuah tempat agar dia tidak lagi berjualan keliling. Banyak kendala yang di hadapi Darmaji salah satunya adalah minimnya modal yang dia pakai untuk bejualan, sehingga dia tidak bisa untuk mengembangkan usahanya.

Harapan darmaji ada pihak pemerintah atau swasta membantu dalam permodalan, yang sampai sekarang dirasakan darmaji belum ada satupun yang  memberikannya. Daramji juga memiliki keinginan untuk mendirikan sebuah organisasi yang di situ membantu para pedagang kaki lima dalam menyampaikan keluhannya serta mencari solusinya.

Ini menjadikan pelajaran penting bagi instansi pemerintahan bahwasannya kurangnya perhatian dari pihak pemerintah dalam mendengarkan aspirasi orang kecil seperti Darmaji tersebut. (I-ib).              

Sabtu, 18 April 2009

DEMOKRAT MERAJAI DI KECAMATAN SUKUN

Malang. Kamis (9/4) pagi sekitar pukul 07.00 warga desa sukun yang mencakup 5 RT dari 9 RT di kelurahan Pisang candi pada berbondong-bondong untuk melakukan pesta demokrasi yang puncaknya hari itu. Banyaknya warga yang datang untuk melakukan penyontrengan mengharuskan polsek sukun untuk mengerahakan anggotanya dalam mengamankan jalannya penyontrengan tersebut.

Menurut penuturan sugiono anggota polsekta sukun pengamanan di setiap tempat pemilihan suara di jaga oleh 2 personil polisi di Bantu oleh keamanan desa setempat di setiap area pemilihan. Lancarnya jalannya penyontrengan tidak meyulitakan pihak polsekta sukun untuk mengamankan proses pemilihan suara yang dilakukan masyarakat sekitar.

Bagi masyarakat sekitar, pemilu merupakan hari dimana mereka menetukan wakil rakyatnya dalam mewakili suaranya dikanca dunia perpolitikan. Masyarakat sekitar menilai perubahan sistem dari coblos ke contreng di nilai cukup sulit, tapi tidak mengurungkan masyarakat dalam berpartisipasi meramaikannya.

Priyadi ketua TPS 18 sukun kelurahan pisang candi menambahkan sempat terjadi sedikit kendala pada H-1 sebelum pencontrengan, yaitu kurangnya bilik suara yang dikirimkan pihak KPS kelurahan sukun ke TPS 18 yang seharusnya total bilik suara berjumlah 4 bilik suara, tapi yang ada di  TPS hanya dua bilik suara. Namun dengan kesigapan panitia TPS semua itu dapat di tanggulangi dengan mendatangkan dua bilik suara ke tempat pemilihan suara.

Sebagian masyarakat sukun berpendapat, bahwa besarnya surat suara yang hampir sama dengan besarnya poster cukup menyulitkan warga dalam melakukan hak pilihnya, sehingga dari prediksi yang dilakukan oleh pihak panitia TPS yang semula di perkirakan memakan waktu hanya 5 menit, akhirnya  proses penyontrengan per orang molor hingga kurang lebih 6 sampai 8 menit. Namun, hal itu tidak menjadikan kendala yang berarti bagi panitia di TPS ini, dan proses pemungutan suarapun tetap berjalan lancar.

Sekitar pukul 15.00 WIB perhitungan  di TPS 18 sukun kelurahan pisang candi mulai di laksanakan hingga selesai sekitar pukul 18.00 WIB. Jalannya perhitungan suara di nilai cukup lancar tidak ada hambatan yang berarti. Priyadi menuturkan dari pihak para saksi juga mudah untuk di ajak kerja sama sehingga perhitungan berakhir tepat pada waktunya.

Dari hasil  perhitungan terakhir partai Demokrat memimpin dengan perolehan angka jauh mengungguli lawan-lawannya. Hampir 70% unggul di semua bilik suara, dengan perincian di posisi pertama diduduki oleh partai DEMOKRAT dengan perolehan 25%, suara di posisi kedua PDI 15% suara, di posisi ketiga partai GOLKAR dengan perolehan 12% sisanya diduduki oleh partai-partai lain.

Dari 147 total suara yang ada 26 suara dinyatakan tidak sah di karenakan suara yang tercontreng mempuyai dua tanda disetiap surat suara atau mempunyai tanda selain contreng. 

 

PERGI PESTA, PULANG TINGGAL NAMA

Batu, Malang-Kamis (16/4) dini hari pukul 01.20 kecelekaan maut terjadi di jalan. sudirman tepatnya 200 Meter setelah balaikota Batu Malang yang menewaskan sembilan mahasiswa. kecelakaan maut ini ditengarai karena ban mobil Daihatsu Taruna DK 1070 XB yang dikendarai oleh Anang kosim (24, Mahasiswa Universitas Islam Malang/Unisma) mengalamai pecah sebelah kiri, Akibatnya mobil oleng ke arah kiri dan menabarak pohon.

 Akibat kejadian itu sembilan penumpangnya tewas seketika. Berikut nama-nama korban yang meninggal: Anang Kosim (24, Mahasiswa Universitas Islam Malang jurusan/Unisma jurusan Manajemen semester delapan), Rois sudin (25, Mahasiswa Unisma jurusan Ilmu administrasi), Firdaus Sastra (Mahasiswa universitas muhammadiyah Malang/UMM jurusan Teknik mesin), Imron Rosadi (20, mahasiswa jurusan komunikasi UMM), Maretha Medani Chryza (25, Alumnus mahasiswa Fakultas Ilmu Admistrasi Universitas Brawijaya), Ririn Erniati (22, mahasiswa Fisip Universitas Merdeka Malang ), Dwi Rani Rosmaya (25, mahasiswa jurusan Ekonomi UMM) Meutia sony Agustin (24, jurusan Komunikasi UMM), dan Nia Ifada (25, mahasiswa Fakultas Hukum UMM).

Menurut penuturan salah satu saksi sebut saja namanya Boy yang pada waktu itu sedang mengisi bensin di SPBU di jalan Panglima Sudirman 10 meter dari lokasi kejadian, mobil melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Batu menuju arah Malang sehingga mobil yang di tumpangi para korban melayang-layang, setelah itu dalam beberapa detik terdengar bunyi tabarakan yang cukup keras sehingga boy langsung berlari mendekati ke arah suara itu berasal.

Sekitar pukul 01.45 polisi dibantu oleh para saksi mata yang berada di lokasi kejadian perkara (TKP)  mecoba untuk membantu para korban untuk di evakuasi ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) tetapi parahnya tabarakan menyulitkan pihak polisi dalam melakukan evakuasi, sehingga polisi dibantu para saksi mata berusaha keras mengeluarkan tubuh korban yang masih tertinggal di dalam kendaraan tersebut.

Dari keteranagan polisi menyebutkan ada dua hal yang menyebakan kecelakaan maut tersebut. Pertama kendaraan mengalami kecelakaan akibat kelebihan muatan (mobil yang seharusnya berisi enam orang diisi hingga sembilan orang) sehingga si pengemudi sulit untuk mengendalikan kendaraannya dalam kondisi kencang.

Penyebab yang kedua ban kendaraan sebelah kiri sudah menipis sehingga mengalami pecah. Resor kota Batu Ajun komisaris besar Tejo menambahkan telah dilakukan visum untuk mengetahui penyebab ada tidaknya kandungan alkohol yang terdapat di tubuh para korban. Kasus ini sekarang diambil alih Polda jatim untuk memperlancar jalannya penyelidikan.

Sedangkan di kamar jenazah RSSA Malang keluarga korban dan kerabat serta teman-teman korban secara berangsur-ansur datang. Hujan tangis pun serentak pecah dan mereka satu persatu mengetahui bahwa korban adalah orang yang mereka kenal. (ikh/jp/kmp)